Manusia hidup dengan berbagai macam pilihan yang diberikan kepadanya.
Pilihan antara yang benar dan salah terasa lebih mudah untuk diambil dibandingkan dengan pilihan-pilihan lainnya yang tidak berdasarkan benar atau salah. Setiap pilihan memiliki resikonya sendiri, siapkah kita menanggung resiko setiap pilihan?
Dengan kesiapan mental menghadapi semua konsekuensi dari sebuah pilihan maka pada saat yang sulit kita akan lebih kuat untuk menghadapi masalah. Pilihan kehidupan merupakan suatu keputusan yang datang bersama dengan resiko yang dimilikinya. Hmm,,,,, berat,,,, tapi mau gimana lagi?? Hidup memang harus memilih….
Seperti keadaanku sekarang,,,,, memilih…….
Bentar lagi bulan suci akan segera tiba, udah spantasnya juga kita saling menghapus dosa… jika hati sejernih air, jangan biarkan ia keruh, jika hati seputih awan jangan biarkan ia mendung, jika hati seindah bulan hiasi dengan iman dan takwa,marhaban ya ramadhan….
dunia adalah jembatan
untuk kita sampai pada satu tempat yang lebih abadi
dari segala kebohongan yang berwajah manis
sejatinya cinta hanyalah milik-Nya
yang selalu setia mendampingi kita
apapun keberadaan kita
yang selalu beri terang bagi jiwa yang gelap
aku hanya ingin selalu berada dalam lindungan-Mu
dimana aku selalu merasa tenang ketika ku sebut Asma-Mu
aku mohon ya Allah……….
beri aku kekuatan ditengah gemerlapnya perhiasan dunia
untuk selalu menjaga hati ini agar tak terlarut mati
aku ingin bersimpuh……namun tak ketika ku hanya dalam pilu
bahagiaku adalah karunia-Mu
Yang Maha Mengerti aku dengan segala kekuranganku
aku tidak ingin mengulang segala salah yang telah ku buat
aku hanya ingin jalani hidup ini dengan keridhoan-Mu
dengan segala kerahmatan……agar menjadi tenang bagi jiwa
yang resah dan gundah ini..
Ya Allah… aku sangat menghotmati-Mu, walaupun Kau tak gila hormat sebagaimana kebanyakan manusia
aku juga berharap banyak pada-Mu, walaupun harapan itu sering tidak aku barengkan dengan usaha
aku juga takut pada-Mu, walaupun takutku itu belum mampu menghalangi maksiatku
dan aku sebenarnya sangat mencintaimui, sebagaimana aku cinta pada Sorga-Mu.
maka dari itu, Tuhan…
aku punya satu permintaan menjelang datangnya bulan seribu bulan;
“Bakarlah aku dalam Ramadhanmu,
biar aku lebur bersama dosaku
lalu menjadi abu yang suci
menjemput hari nan fitri”
-650-
Hari ini aku sedang ga ingin menuangkan perasaanku dlm bentuk puisi ato bahasa yang penuh dengan kalimat kiasan,,
Aku merasakan kejenuhan….jenuh yang aku ga tau bermula darimana. Rutinitasku yang itu-itu aja…membuat mood-ku menjadi ga stabil. Kebosanan yang terus memuncak,membuat aku seolah ingin lepas dan bebas. Aku lelah…sangat lelah…
Pengen banget bisa teriak sekeras – kerasnya….lari sekencang – kencangnya….menjauh sejauh – jauhnya. Tapi kalo teriak teriak nga jelas entar disangka orang gil (malu ah..). Pengen ke tempat yang sunyi…tapi takut nanti ada penampakan. Duh…bingung !!
Aku memang tidak menyukai keramaian yang berlebihan. Tapi aku juga takut kesunyian. Kesunyian hanya membuat aku merasa sendiri dan kesepian.
Apa yang terjadi denganku? Kenapa kejenuhan ini terus menghantuiku?.
Adakah yang bisa membantuku?…
Mungkin kamu yang sedang membaca tulisanku ini,bisa menghapuskan kejenuhanku?
-650giBosen-